Skip to main content
Potret Manusia Purba di Museum Trinil

Wisata Sejarah di Museum Trinil Ngawi

Kabupaten Ngawi dikenal oleh orang salah satunya dari keberadaan Museum Trinil. Museum Trinil terletak tidak jauh dari pusat kota Ngawi. Lokasinya di Dsn. Pilang, Ds. Kawu Kec. Kedunggalar. Kira-kira dari pusat Kota Ngawi berjarak sekitar 15 Km. Nama Trinil merupakan suatu kawasan yang banyak ditemukan fosil dan menjadi obyek penelitian Eugene Dubois, yang meliputi desa Kawu, Gemarang dan desa Ngancar.

Penelitian di kawasan tersebut dilaksanakan melalui beberapa tahap. Setidaknya ada 3 tahap, yang antara lain :

Pertama pada tahun 1889-1941 hasil temuan disimpan di Belanda. Kemudian yang kedua pada tahun 1931 – 1941, hasil temuannya disimpan di negara Jerman, tepatnya di Fankfurt. Lalu tahap ketiga dilaksanakan pada tahun 1952 – 1976 hasilnya disimpan di Meseum Paleoantroplogy Fak. Kedokteran UGM, Jogja.

 

Sejarah Museum Trinil
Sejarah Museum Trinil ada tidak lepas dari jasa Wirodiharjo (Wirobalung). Yang sejak tahun 1967 ia memiliki gagasan mengumpulkan fosil-fosil yang sering ia temui di tepi kali Bengawan Solo. Lalu fosil-fosil tersebut ia simpan di rumahnya. Dan bahkan rumahnya 1/3-nya terisi oleh berbagai fosil.

Kemudian pada tahun 1980/1981 Pemda mendirikan Museum Mini untuk menampung fosil koleksi Wirodiharjo. Dan mengingat hasil penemuan serta Tugu Monumen penduduk arah ditemukannya fosil Phitecanthropus Erectus oleh Eugene Dubois yang sudah dikenal sejak 1891 maka Pemprov Jatim membangun Museum Trinil dan diresmikan oleh gubernur Jawa Timur, Soelarso pada tanggal 20 November 1991.

 

Area dan isi
Museum Trinil di dalamnya terdapat berbagai fosil yang diantaranya adalah tanduk kerbau, gading gajah, tanduk banteng, berbagai gigi manusia purba dan lainnya. Banyak sekali peninggalan fosil-fosil yang membuat kita menarik waktu ke jutaan tahun lamanya. Datang ke Museum Trinil jika di-hari biasa masuknya tidak dikenakan biaya, alias gratis. Namun di hari-hari tertentu, misalkan pada saat musim liburan, akan dikenakan biaya. Untuk biaya masuk, jika musim liburan atau lebaran dikenakan biaya sebesar 15.000. Biaya tersebut dihitung bukan perorang, namun serombongan. Saat itu saya datang sekeluarga, dan dikenakan biaya hanya 15.000.

Patung Manusia Purba di Museum Trinil Ngawi
Patung Manusia Purba di Museum Trinil Ngawi
Perjalanan Panjang Menuju Manusia Modern
Perjalanan Panjang Menuju Manusia Modern
Gerbang Masuk Menuju Museum
Gerbang Masuk Menuju Museum
Patung Gajah di Pintu Masuk Museum Trinil
Patung Gajah di Pintu Masuk Museum Trinil

 

Letak dan Transportasi
Area Museum Trinil menempati areal tanah seluas 2,5 Ha. Museum Trinil yang berada di dekat kota Ngawi, untuk menempuhnya sangat mudah sekali. Jika kita dari Ngawi, kita menuju arah Solo. Sekira 12 Km, ke barat. Dan kemudian masuk sekitar kurang lebih 3 KM ke utara. Jika naik kendaraan umum dari Ngawi, bilang saja turun di Pertigaan Trinil, atau Trinil. Lalu untuk menuju Museumnya kita dapat menyewa jasa ojek setempat. Kurang lebih biayanya hanya 10.000.

Berwisata ke Museum Trinil selain untuk refreshing juga kita bisa belajar sejarah. Tentu kita juga bisa beristirahat di pendopo museum yang sejuk. Tepat di samping museum, terdapat kali Bengawan Solo. Rasanya ada yang kurang jika kalian berada di kota Ngawi dan belum ke Museum Trinil. Selamat menikmati fosil-fosil yang membuat kita belajar banyak tentang sejarah masa lalu.

Robit Mikrojul Huda

Suka dengan musik bagus dan bukan musik mainstream. Sering menulis di blog pribadinya Robitmh.com. Ia bisa ditemui di akun twitternya @RobitMH